2 Bentuk Hukum Judi Online Menurut Islam

bandarqq – Kata-kata judi mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Kata-kata tersebut sudah begitu akrab di telinga maupun benak kita, bahkan saking banyaknya orang yang melakukan perjudian ada sebuah lagu yang diciptakan karena terinspirasi oleh judi. Namun jangan salah, lagu tersebut menyampaikan pesan dakwah agar kita menghindari apa itu yang disebut dengan judi. Meskipun kata judi sudah begitu familiar, apakah kalian tahu apa itu judi? Bagaimana ciri-ciri judi? Dan bagaimanakah hukum judi? Mungkin pertanyaan-pertanyaan tersebut sering kalian lontarkan ketika mendengar kata-kata judi. Terlebih lagi sekarang ini judi tidak hanya bisa dilakukan secara konvensional, namun judi juga bisa dilakukan secara online. Nah, apakah hukum judi online bandarqq menurut islam juga sama dengan hukum judi online secara konvensional? Untuk mengetahui jawabannya, mari kita lihat ulasan di bawah ini. 

Hukum Judi Online Yang Pertama

Didalam agama Islam, segala bentuk perbuatan dan perilaku yang harus dilakukan sudah tertuang dalam kitab Al-Qur’an. Namun, sebagai manusia yang tidak sempurna tentu saja ada banyak perbuatan atau perilaku yang mereka lakukan yang tidak mencerminkan perilaku yang telah tertuang didalam Al-Qur’an. Hal-hal atau perbuatan ini disebut dengan perbuatan munkar. Perbuatan ini merupakan suatu perbuatan negatif yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Nah, bentuk pertama hukum perjudian baik itu yang dilakukan secara online maupun konvensional adalah judi merupakan perbuatan munkar dan seharusnya harus ditinggalkan. 

Hukum Judi Online Yang Kedua

Jika menilik lebih jauh lagi tentang apa itu judi, Judi jika ditelisik dari segi epistemologinya yang diambil dari kamus besar bahasa Indonesia, judi memiliki arti sebagai tindakan atau permainan yang menggunakan uang atau barang berharga sebagai taruhannya. Nah, jika dilihat dari sudut pandang bahasa Arab, judi disebut dengan Maysir yang berasal dari kata yusr yang artinya adalah sesuatu yang mudah. Mengapa demikian? Karena pelaku perjudian yang menang akan mendapatkan harta dengan sangat mudah, namun lain ceritanya dengan pelaku perjudian yang mengalami kekalahan, mereka akan kehilangan hartanya dengan sangat mudah. 

Jika ditelisik dari istilahnya perjudian merupakan perbuatan dengan melakukan sebuah pertaruhan dengan sengaja, dimana dilakukan sebuah pertaruhan yang mempertaruhkan barang atau sesuatu yang memiliki nilai atau sesuatu yang dianggap bernilai dengan menyadari adanya resiko dari pertaruhan tersebut dimana bisa saja menang atau sebaliknya dan juga disertai dengan harapan-harapan pada perbuatan perjudian ini, namun apapun hasilnya belum pasti diketahui sebelum perbuatan perjudian ini selesai dilakukan. Dari pengertian-pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa perjudian merupakan tindakan dimana ada satu pihak yang mengharapkan keuntungan dengan cara merugikan satu pihak yang lain. 

Sekarang ini, dimana semua teknologi sudah berkembang dengan pesat, juga muncul perjudian yang modern yaitu perjudian yang dilakukan secara online. Hal ini tentu saja merupakan salah satu dampak negatif dari perkembangan teknologi. Banyak sekali kejahatan-kejahatan yang bisa dilakukan, salah satunya adalah cybercrime judi online dimana ada pihak yang tidak bertanggung jawab yang menyalahgunakan akses informasi sebagai sarana judi online dalam dunia maya. Dalam dunia maya perjudian juga termasuk komunitas komersial, tidak main-main perjudian termasuk dalam komunitas komersial terbesar. Ditambah lagi, ada banyak sekali situs-situs di internet yang memungkinkan bagi seseorang untuk melakukan perjudian secara online. 

Judi online merupakan salah satu bentuk kejahatan atau tindak pidana cybercrime. Cybercrime merupakan sebuah tindakan yang melanggar hukum dengan cara melakukan tindakan kriminal dengan menggunakan jaringan komputer dengan cara menyalah gunakan kemudahan teknologi digital. Judi online juga bisa disebut juga sebagai kejahatan dunia maya, dimana para pelakunya menggunakan komputer atau menggunakan mediasi jaringan komputer sebagai alat, sasaran, atau juga tempat kejahatan berlangsung. Oleh karena itu judi online hukumnya adalah tidak boleh dilakukan karena termasuk dalam sebuah kejahatan. Didalam islampun judi online juga tidak boleh atau haram karena kegiatan apapun yang dilakukan dengan menggunakan taruhan di dalamnya merupakan perbuatan maysir yang hukumnya adalah haram. Hal ini tertulis di dalam Qanun nomor 13 tahun 2013 bab III pasal 4 yang menyatakan bahwa “perjudian hukumnya adalah haram”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hukum judi online menurut islam adalah haram. Maka sebaiknya kita sebagai umat muslim menjauhi perbuatan-perbuatan yang bertentangan dalam Al-Qur’an seperti melakukan judi baik itu secara konvensional maupun online. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *